Employee Gathering PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk bukan sekadar rehat dari rutin kerja. Ini adalah momen yang dirancang dengan niat untuk membuktikan bahwa kepercayaan bukan soal waktu, tapi soal pengalaman yang tepat.
Ada yang terasa familiar dari gathering korporat kebanyakan. Peserta datang, duduk, makan, foto bersama, lalu pulang. Esoknya, urusan tim kembali seperti biasa siapa mengerjakan apa, siapa perlu tahu apa, dan mengapa koordinasi kadang terasa berat padahal semua orang sudah saling kenal bertahun-tahun.
MPM tahu persis soal itu. Maka pada Kamis, 16 Januari 2025, di Pullman Ciawi, Bogor, mereka memilih untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Bukan sekadar berkumpul tetapi membangun. Hadir 71 orang dengan satu tema yang bukan slogan biasa: Trust Each Other, Empower One Another.
◆ ◆ ◆
Akar Masalah
Kepercayaan dalam tim bukan sesuatu yang datang hanya karena orang sudah lama bekerja bersama. Di banyak organisasi, orang bisa duduk berdampingan bertahun-tahun tanpa pernah benar-benar memahami cara kerja, cara berpikir, atau bahkan cara berinteraksi satu sama lain saat tekanan datang.
Gathering konvensional jarang menyentuh lapisan ini. Yang sering terjadi adalah kebersamaan permukaan hangat sesaat, lalu menguap begitu kembali ke meja masing-masing. Duage dan MPM sepakat: itu bukan yang mereka cari.
“Tim yang solid bukan terbentuk dari waktu yang panjang saja. Ia terbentuk dari pengalaman yang dirancang untuk mengungkap cara kita bekerja satu sama lain.”
— Gigih Gesang, S.Psi., ELP · Team Coach, Duage Management
Pendekatan: Experiential Learning
Duage merancang kegiatan ini dengan pendekatan experiential learning bukan seminar, bukan ceramah motivasi. Peserta belajar bukan dari apa yang dikatakan, tapi dari apa yang mereka jalani. Setiap aktivitas dirancang untuk memunculkan dinamika nyata: bagaimana seseorang mengambil inisiatif, bagaimana kepercayaan tumbuh atau terkikis, dan bagaimana kejelasan peran menentukan hasil kerja.
Seluruh sesi didesain berjenjang dari yang personal ke yang kolaboratif, dari yang ringan ke yang membutuhkan konsentrasi penuh. Tidak ada yang sia-sia. Setiap momen punya tujuan.
Alur Kegiatan
Rangkaian Aktivitas · 16 Januari 2025
- Ice Breaking – menurunkan jarak antar peserta, membangun rasa aman dan setara sejak awal
- Small Group Activity – peserta mulai membangun komunikasi, menyepakati cara kerja, dan memahami pentingnya peran masing-masing
- Geodesic Dome – aktivitas inti yang menuntut koordinasi, kepercayaan, dan pembagian peran yang efektif dalam tekanan nyata
- Team Challenges – serangkaian tantangan untuk menguji dan memperkuat dinamika tim yang sudah terbentuk
- Final Project: Chain Reaction – kolaborasi lintas kelompok yang menegaskan bahwa setiap bagian saling bergantung dalam satu sistem
- Debrief – refleksi dipandu langsung oleh Team Coach untuk menghubungkan pengalaman dengan konteks kerja sehari-hari
Momen Kunci
Geodesic Dome menjadi titik paling intens dalam kegiatan ini. Di sinilah 71 peserta benar-benar diuji: bukan soal kuat atau tidaknya fisik, tapi soal apakah mereka bisa menyerahkan kepercayaan ke orang di sebelahnya dan menerimanya kembali. Koordinasi yang gagal terlihat nyata. Begitu pula momen ketika tim berhasil menemukan ritmenya sendiri.
Chain Reaction di penghujung acara mengunci semua pembelajaran itu dalam satu pengalaman yang lebih besar. Setiap kelompok kecil harus memastikan bagiannya berjalan tepat waktu, tepat cara karena kegagalan satu bagian berdampak langsung pada seluruh sistem. Tidak ada yang bisa bekerja sendiri. Dan semua orang merasakan itu.
Kepercayaan bukan soal seberapa lama kita kenal seseorang. Kadang, satu jam bersama dalam tekanan yang tepat bisa mengungkap lebih banyak dari setahun rapat rutin.
Refleksi & Dampak
Setiap sesi ditutup dengan debrief yang dipandu langsung oleh Gigih Gesang, S.Psi., ELP. Ini bukan sesi evaluasi. Ini ruang bicara di mana peserta diajak jujur soal pola yang mereka sadari dalam diri sendiri dan dalam tim. Apa yang biasanya tak terucap di ruang rapat, muncul di sini.
Sesi debrief inilah yang membedakan team building yang berdampak dengan yang sekadar ramai. Pengalaman tanpa refleksi hanya jadi cerita. Refleksi yang terhubung ke konteks nyata adalah yang mengubah cara kerja tim.
Employee Gathering MPM pada 16 Januari 2025 di Pullman Ciawi adalah bukti bahwa kebersamaan yang bermakna bisa dirancang bukan hanya diharapkan. Dengan 71 peserta yang membawa pulang bukan hanya kenangan, tapi juga pemahaman baru tentang tim mereka sendiri, program ini berdiri sebagai contoh nyata bahwa team building bukan hiburan, melainkan investasi.
Sinergi bukan hasil kebetulan. Ia adalah hasil dari niat, desain, dan pengalaman yang tepat dijalani bersama.
Kalau tim kamu juga sedang butuh lebih dari sekadar gathering mari ngobrol. Kami bantu rancang pengalaman yang relevan dengan kondisi tim, bukan sekadar agenda yang terlihat sibuk.
Konsultasi awal gratis. Tidak ada komitmen.


















