Ada dua masalah yang paling sering membuat tim gagal dalam problem solving.
Pertama: tim memecahkan masalah yang salah — mereka berlomba ke solusi sebelum benar-benar memahami apa akar masalahnya. Kedua: tim tidak menggunakan semua kecerdasan yang ada di ruangan — diskusi didominasi satu atau dua orang, sementara perspektif yang paling insightful tidak pernah masuk ke meja.
Team Problem Solving menggunakan dua framework yang saling melengkapi: Double Diamond (Design Council) untuk memastikan tim memecahkan masalah yang benar dengan cara yang benar, dan Collective Intelligence research (Woolley et al., MIT) untuk memastikan semua kecerdasan dalam tim benar-benar teraktivasi.
Hasilnya bukan individu yang lebih mahir menganalisis masalah — tapi tim yang tahu cara berpikir bersama dengan lebih cerdas dari individu manapun di dalamnya.


