Feedback adalah kata yang semua orang tahu pentingnya — tapi sangat sedikit tim yang benar-benar melakukannya dengan baik. Bukan karena tidak mau, tapi karena tidak tahu caranya.
Feedback yang diberikan dengan cara yang salah terasa seperti serangan. Feedback yang tidak diberikan sama sekali membiarkan masalah dan potensi yang tidak pernah tersentuh.
Team Feedback Culture mengajarkan dua hal sekaligus: mindset yang benar tentang apa itu feedback (bukan penilaian, tapi investasi pada pertumbuhan orang lain) dan tools yang konkret untuk menyampaikannya dengan cara yang efektif. Hasilnya bukan hanya orang yang lebih baik dalam memberi dan menerima feedback — tapi tim yang punya sistem di mana feedback mengalir secara natural ke segala arah.
Dikembangkan berdasarkan Radical Candor (Kim Scott) sebagai mindset dan SBI Feedback Model (CCL) sebagai tools — kombinasi yang paling kuat untuk membangun feedback culture yang genuinely membantu, bukan yang sekadar ada.


