Beyond Silos

Silo Tidak Pecah dari Atas. Ia Larut dari Dalam, Ketika Orang Memilih untuk Melihat Lebih dari Sekadar Perspektif Timnya

BS membangun mindset dan kemampuan konkret untuk berkolaborasi lintas fungsi — bukan menunggu sistem berubah dari atas, tapi dimulai dari satu percakapan dan satu komitmen.

Deskripsi

TENTANG PROGRAM

Beyond Silos

Semua orang tahu bahwa silo itu masalah. Semua orang setuju bahwa kolaborasi lintas fungsi itu penting. Tapi silo terus ada — bukan karena tidak ada yang mau mengubahnya, tapi karena cara mengubahnya yang biasanya ditempuh tidak menyentuh akar masalahnya.

Beyond Silos menggunakan Raffaelli’s Collaboration Trap untuk menjelaskan mengapa silo terbentuk secara natural — bukan karena ada orang yang jahat atau tidak kooperatif, tapi karena semua orang sedang mengoptimalkan bagiannya masing-masing tanpa melihat sistem secara keseluruhan. Dan menggunakan Systems Thinking (Peter Senge) untuk membangun cara pandang baru: organisasi sebagai satu sistem yang saling terhubung, bukan kumpulan departemen yang bekerja sendiri-sendiri.

Program ini paling efektif ketika pesertanya berasal dari minimal dua atau tiga fungsi berbeda dalam satu sesi — karena jembatan yang dibangun selama program adalah jembatan yang nyata antara orang-orang yang memang bekerja bersama sehari-hari.

TIM ANDA SETELAH PROGRAM INI

Setelah BS, yang berubah bukan struktur organisasinya — tapi cara orang-orangnya memandang satu sama lain. Mereka mulai melihat rekan dari departemen lain bukan sebagai pihak yang perlu dinegosiasi, tapi sebagai bagian dari sistem yang sama yang sedang mereka coba buat berfungsi lebih baik.

Yang paling terasa: ada percakapan-percakapan lintas fungsi yang selama ini tidak pernah terjadi, mulai terjadi. Dan dari percakapan itulah jembatan kolaborasi yang nyata mulai dibangun.

Apa yang dibangun dalam program ini:

Collaboration Trap Awareness

Memahami tiga dinamika yang menciptakan silo secara natural: imbalanced goals (target yang berbeda antar departemen), perceived inequities (perasaan bahwa kontribusi tidak diakui sama), dan rivalries (persaingan untuk resources dan recognition). Tim belajar mengenali pola ini dalam konteks organisasi mereka sendiri.

Systems Thinking

Dari melihat organisasi sebagai kumpulan departemen yang terpisah — menjadi melihatnya sebagai satu sistem yang saling terhubung. Setiap keputusan yang dibuat satu tim adalah input bagi sistem — dan output dari sistem itulah yang dirasakan oleh pelanggan dan organisasi.

Cross-Functional Understanding

Membangun pemahaman yang akurat tentang cara kerja, tantangan, dan kebutuhan tim lain — bukan berdasarkan asumsi, tapi berdasarkan percakapan yang nyata. Ini adalah fondasi dari kolaborasi yang genuine.

Building the Bridge

Tindakan konkret yang bisa dimulai dari level individu dan tim — tanpa perlu menunggu perubahan struktural dari atas. Termasuk Cross-Functional Micro-Agreement: komitmen konkret antara dua fungsi tentang bagaimana mereka akan bekerja bersama dengan lebih efektif.

Detail Program:

KODE PROGRAM BS — Beyond Silos
SERIES Team Performance Series
TARGET PESERTA Semua karyawan — paling efektif dengan peserta dari minimal 2-3 fungsi berbeda dalam satu sesi
DURASI Half Day (4 jam efektif)
FORMAT Experiential Learning — Indoor
KAPASITAS 15 – 40 peserta
BAHASA Bahasa Indonesia / Bilingual
KOMBINASI BS — Beyond Silos (resilience dan kolaborasi lintas fungsi saling memperkuat kemampuan organisasi untuk menghadapi ketidakpastian)
CATATAN KHUSUS Program ini menghasilkan dampak yang jauh lebih nyata ketika pesertanya campuran dari berbagai fungsi — karena jembatan yang dibangun selama program adalah jembatan yang nyata

KONSULTASI PROGRAM

Tertarik dengan Program Beyond Silos?

Ceritakan dinamika lintas departemen di organisasi Anda — kami bantu tentukan apakah BS adalah program yang paling tepat. Konsultasi selalu gratis.

Bandingkan
© 2013-2024 PT. Duage Manajemen Indonesia

Log in with your credentials

Forgot your details?