Ada dua pola yang paling sering melumpuhkan tim dalam pengambilan keputusan. Pertama: menunggu semua orang setuju sebelum memutuskan — yang membuat keputusan terus tertunda sampai tidak lagi relevan. Kedua: menunggu semua data tersedia sebelum memutuskan — yang membuat tim tidak pernah bergerak karena data yang sempurna tidak pernah datang.
Lencioni menyebut keduanya sebagai musuh terbesar team commitment — dan keduanya terlihat reasonable dari luar, padahal efeknya adalah kelumpuhan. Tim yang terjebak dalam salah satu pola ini tidak kekurangan kecerdasan atau niat baik — mereka kekurangan cara yang tepat untuk memutuskan dan commit bersama.
Team Decision & Commitment membantu tim keluar dari kedua jebakan ini — dengan membangun dua hal yang paling menentukan kualitas eksekusi: clarity (keputusan yang cukup jelas sehingga tidak ada interpretasi yang berbeda-beda) dan buy-in (komitmen yang genuine, bukan persetujuan yang dipaksakan).


