Resilience training yang ada di pasaran hampir selalu mengajarkan hal yang sama: bagaimana individu menjadi lebih tahan banting secara mental. Mindset, coping strategies, emotional regulation. Semua valid — tapi semua berfokus pada individu, bukan pada tim.
Team Resilience mengajarkan sesuatu yang berbeda: bahwa tim yang resilient bukan sekadar kumpulan individu yang tangguh. Resilience tim adalah kapasitas kolektif yang muncul dari cara anggota tim berinteraksi satu sama lain di bawah tekanan — dan kapasitas ini bisa dibangun secara aktif, jauh sebelum adversity datang.
Dikembangkan berdasarkan riset Stoverink, Kirkman, Mistry & Rosen (Academy of Management Review, 2020) — salah satu riset team resilience paling komprehensif yang pernah dipublikasikan — program ini membantu tim membangun empat resources yang membuat mereka bisa bangkit dari apapun.



